Cuaca ekstrim menandai bencana angin puting beliung di Kecamatan Slawi dan Pangkah, Kabupaten Tegal. Awan hitam pekat seolah-olah menjadi pertanda bencana puting beliung yang dipercaya sebagai yang terbesar sepanjang sejarah tersebut.
Hal ini terjadi beberapa saat sebelum angin puting beliung menerjang empat desa di Kecamatan Pangkah dan satu kelurahan di Slawi.
Di Kecamatan Pangkah, empat desa itu adalah Dukuh Sembung, Pesawahan, Bogares Kidul dan Pangkah. Sementara, di Kecamatan Slawi, satu daerah yang terkena di Kelurahan Kagok. Meski hanya berlangsung kurang dari lima menit, namun bencana habat ini meluluhlantakkan rumah maupun bangunan di dua kecamatan tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, 500 unit rumah dan bangunan rusak akibat terjangan angin tersebut. Pepohonan juga tumbang, salah satunya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Dukuh Sembung. Pemakaman itu kini tak lagi rindang karena hampir seluruh pohon roboh terkena amukan angin tersebut.
Sulit dipercaya memang, kekuatan angin tersebut mampu merobohkan bangunan rumah. Salah seorang korban, M Syaukani (45) pemilik CV Rizki Alam Semesta yang bergerak di bidang perkayuan, tumpukan kayu sebanyak 40 meter kubik terbang dan hilang tersapu angin puting beliung itu.
“Sebelumnya, terdapat pusaran angin yang sempat menyedot air Sungai Kaligung di samping rumah. Beberapa saat kemudian, air itu seperti disemprotkan ke kawasan rumah saya,” tandas warga Desa Dukuh Sembung RT01/RW I Kecamatan Pangkah itu. Bahkan, ada sebuah pohon nangka yang cukup besar dengan diameter sekitar 80 centimeter terbang di kawasan rumahnya terbang sejauh empat kilometer.
Sebab, pohon yang tercabut hingga akarnya itu akhirnya ditemukan di Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Drs Bambang Puji Waluyo MSi menyakini bencana angin puting beliung yang terjadi hari Senin (5/4) sekitar jam 15.05 ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah di daerahnya. (Royce Wijaya /CN13/suaramerdeka)
Related posts:

0 comments ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment