Entries Tagged 'News' ↓

ABG Behubungan Intim dengan Sapi

Bali kembali dihebohkan dengan kasus persetubuhan manusia dengan binatang. Seorang ABG berinisial GA (18) Behubungan Intim dengan seekor sapi di Kabupaten Jembrana, Bali.

GA bersetubuh dengan sapi di tepi pantai pada sore hari, Minggu (6/6/2010). Peristiwa nyleneh ini terjadi di kawasan yang digunakan untuk menggembala sapi di Desa Yeh Embang, Jembrana.

Aksinya ini dipergoki Gusti Ngurah Dinar. Saat itu, ia tengah melintas di tepi pantai bersama kakaknya. Dinar menyaksikan langsung GA sedang asik bergumul dengan sapi milik Wayan Yasa.

Melihat aksi nyeleneh tersebut, Dinar melaporkannya ke aparat desa setempat. Bendesa Pakraman Yehembang Ida Bagus Legawa langsung mengecek ke lokasi. Ia pun meminta keterangan pelaku dan saksi yang menyaksikan peristiwa itu.

Pasca kejadian itu, pengurus desa langsung menggelar rapat. “Kami sudah jajaki keluarga pelaku berikut pemilik sapi,” kata Legawa, Kamis (10/6/2010).

Persetubuhan manusia dan binatang bukan pertama kali terjadi di pulau tujuan wisata ini. Sebelumnya, seorang kakek bersetubuh dengan seekor sapi di Buleleng.

Untuk membersihkan desa dari perbuatan tercela tersebut, pihak desa menggelar upacara dan membuang sapi ke tengah laut, sedangkan si kakek hanya dimandikan di pantai karena Desa juga akan melaksanakan upacara (piodalan) di Pura Dalem setempat.

(gds/Rez)

Pelajar Indonesia Kembali Raih Medali Emas

Pelajar Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Kali ini, dua pelajar Indonesia menyabet medali emas dalam bidang kimia di ajang The Internasional Environment Project Olympiad (INEPO) 2010 di Istanbul, Turki.

Fransiscus Leo Chandra dan Lidwina Stefani mengharumkan nama Indonesia lewat karya ilmiah mereka yang berjudul The Use of Chitosan and Gelatin Composite Material as a Coating for the Biodegradable Non-toxic Cellulose Based Food Container.

Chandra dan Stefani meneliti penggunaan senyawa chitosan dalam limbah kulit udang sebagai pelapis karton pembungkus makanan. Pelapis ini dianggap lebih ramah lingkungan ketimbang lapisan plastik yang umum dipakai di masyarakat.

Dalam rilis Santa Laurensia School, Tangerang, Banten, hasil penelitian kedua murid berbakat itu dinilai mempunyai daya jual tinggi. Diharapkan, masyarakat dapat mengurangi penggunaan plastik dan beralih pada pembungkus dari limbah kulit udang.(WIL/ANS) ref:liputan6

7.850 Anggota Reserse Polri Lakukan ‘Pencucian Dosa’

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) mengakui masih ada anggota Polri yang kerap melakukan penyimpangan saat pelaksanaan tugas. Untuk itu, para personel Polri khususnya di bidang reserse melakukan ‘pencucian dosa’.

“Seluruh Kanit serse, sekitar 7850 orang sedang ‘dicuci’ di Wisma Kinasih,” ujar Kapolri dalam pidatonya saat acara penyerahan laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan Polri di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2010).

Menurut Kapolri hal tersebut dilakukan agar nantinya tidak ada lagi anggota reserse yang melakukan penyiksaan maupun rekayasa kasus. “Insya Allah ada perubahan ke depan,” ucapnya.

Kapolri menambahkan, selain anggota reserse. Seluruh Polres juga dihimbau untuk melakukan pembenahan aspek kultural dan perbaikan pola pikir dengan minta bantuan lembaga pelatihan keagamaan dan emosional.

“Yang punya dosa kita bersihkan. Setidaknya mendorong untuk berubah,” jelas jenderal bintang empat tersebut.
(ddt/nwk)ref:detiknews

Kebakaran, 380 Rumah Hangus dan 2410 Orang Mengungsi

Kebakaran yang terjadi di Kebon Singkong, Klender (sebelumnya ditulis Cipinang), Jakarta Timur sungguh dahsyat. Hampir 400 rumah ludes terbakar dan 2 ribu lebih orang menjadi pengungsi.

“Ini yang mengungsi ada 462 KK, 2410 jiwa. Bangunan sendiri yang terbakar kurang lebih ada 380 unit rumah termasuk 2 musala yang terletak di RT 5 dan RT 10,” ujar Lurah Klender Agus Mulyadi di lokasi kebakaran di RW 1 Kebon Singkong, Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (2/6/2010).

Agus menambahkan rumah yang terbakar berlokasi di 4 RT yaitu di RT 5, RT 7, RT 10 dan RT 12. Dan warga yang rumahnya terbakar, pihaknya menjadikan pengungsian sementara di Gedung KNPI dan Gedung Pertanian yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Kebakaran ini juga mengakibatkan seorang warga yang bernama Rudi terluka. “Patah tulang saat jatuh dari musala,” imbuhnya.

Pantauan detikcom hingga pukul 04.00 WIB, beberapa mobil pemadam dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur masih bertahan melakukan pendinginan sebelum akhirnya balik kanan. Terlihat ratusan rumah yang sebagian besar dari papan kayu sudah menjadi arang.

“Di lokasi ini sudah kebakaran yang ketiga kali,” jelas Agus tentang kebakaran yang muncul pada Selasa 1 Juni pukul 19.30 hingga pukul 00.00 WIB ini.

(nwk/nwk) ref:http://www.detiknews.com/read/2010/06/02/045259/1367906/10/380-rumah-ludes-2410-orang-mengungsi

Perbudakan di China Masih Berlangsung Sampai Sekarang

ilustrasi perbudakanPerbudakan modern nampak jelas di sebuah pabrik batu bata di Provinsi Hebei, China. Pabrik tersebut memperkerjakan karyawannya dengan jam kerja yang panjang, tanpa istirahat dan diberi hukuman setrum jika melanggar jam kerja.

Praktek perbudakan ini terbongkar setelah para pekerja berhasil kabur dari pabrik tersebut dan melapor ke kepolisian setempat. Pekerja bernama Song kabur pada awal bulan setelah tidak tahan dengan kondisi kerjanya.

Polisi pun langsung memproses laporan Song dan mereka menemukan 34 pekereja lainnya. Sebanyak 11 orang resmi ditangkap terkait praktik perbudakan modern ini, termasuk pemilik pabrik batubata. Demikian dilansir Yanzhao Metropolis Daily, Senin (31/5/2010).

Kasus ini mengulang peristiwa serupa pada 2007 lalu yang memicu kemarahan publik, saat sebuah media China menemukan sekira 1.000 orang dipaksa bekerja layaknya budak di sebuah pabrik batubata di Provinsi Shanxi. Dari penelusuran penyelidik, ternyata sebagian besar para pekerja memiliki keterbelakangan mental.

Setelah penemuan ini Pemerintah China bersumpah untuk menghabisi praktik perbudakan. Namun hingga saat ini perbudakan di China masih terus ditemui oleh kepolisian.

Beberapa penyelundup tenaga kerja China bahkan memang sengaja mencari orang yang mengalami keterbelakangan mental, untuk dikirim bekerja ke wilayah pinggiran Negeri Tirai Bambu itu. Umumnya para korban dijebak dengan kontrak kerja yang berbahaya, bahkan sebagian besar pekerja seperti sengaja dibunuh dalam kecelakaan tambang agar mendapatkan kompensasi. Hal ini sempat terjadi di Provinsi Sichuan.(faj)http://international.okezone.com/read/2010/05/31/18/338008/perbudakan-masih-terjadi-di-china