Entries Tagged 'News' ↓

Karena Tidak ada Biaya Bersalin, Melahirkan di Jalan

Inilah fenomena yang seharusnya tidak terjadi di negeri kita tercinta Indonesia. Seorang perempuan melahirkan bayinya di Jalan Kampung Pulo, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/4). Diduga ibu bernama Harsinah melahirkan di jalan karena tidak punya biaya untuk ke rumah sakit.

Warga setempat yang melihat kemudian membawa Harsinah bersama bayinya ke Rumah Sakit Annisa Bekasi. Kondisi ibu muda ini lemah karena mengalami pendarahan setelah melahirkan.

Harsinah diketahui mengalami trauma dan depresi sehingga tidak mau berbicara. Beruntung bayi laki-laki yang dilahirkannya selamat. Kini sang ibu dan buah hatinya menjalani perawatan di Rumah Sakit Annisa Bekasi.(JUM)ref:liputan6

Ledakan Duren Sawit adalah Meteor?

meteor

Kemungkinan besar benda yang jatuh ke rumah yang berada di Duren Sawit adalah meteor. Simak beritanya yang dilansir dari liputan 6

Polisi memastikan penyebab ledakan di Jalan Delima VI, Duren Sawit, Jakarta Timur, kemarin, berasal dari luar angkasa. Namun, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan belum bisa menyimpulkan benda yang dimaksud adalah meteorit.

Untuk kedua kalinya tim Pusat Laboraturium dan Forensik Markas Besar Polri memeriksa tiga buah rumah di Jalan Delima, Duren Sawit, yang hancur akibat ledakan. Adapun Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur Komisaris Besar Pol. Hasanuddin menegaskan, kesimpulan ledakan bukan berasal dari benda buatan manusia didapat setelah dugaan ledakan dari tabung gas tak terbukti.

Kemarin petang, warga di sekitar Jalan Delima VI, Duren Sawit, dikagetkan ledakan keras. Akibat ledakan tiga rumah rusak parah. Menurut saksi mata bernama Manurung, asal ledakan terdengar dari rumah Sudarmojo. Sebelum ledakan terjadi Manurung sempat mendengar suara aneh di udara.
ref:liputan6

Harga Minyak Kembali Naik Melesat

ilustrasi minyak

Harga minyak mentah melonjak pada Kamis (29/4/2010), sejalan dengan meningkatnya pasar ekuitas dan melemahnya dollar AS, karena pasar energi didorong oleh melonggarnya krisis utang Yunani.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juni, naik 1,95 dollar AS menjadi 85,17 dollar AS per barrel. Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk pengiriman Juni naik 74 sen menjadi 86,90 dollar AS per barrel.

Analis VTB Capital Andrey Kryuchenkov mengatakan, harga minyak meningkat karena “euro rebound dan penghindaran risiko mereda ketika pengambil kebijakan berupaya meyakinkan pasar atas masalah keuangan Yunani”.

Pasar saham AS dan Eropa menguat pada Kamis, dibantu oleh kenaikan hasil perusahaan dan oleh euro yang mengangkat diri dari posisi terendah baru-baru ini karena Jerman tampaknya menenangkan oposisi untuk bailout (talangan) Yunani.

Dow naik 122 poin, sementara ekuitas Yunani meroket 7,14 persen lebih tinggi setelah para pejabat mengatakan bahwa pembicaraan tentang pinjaman bail out besar Uni Eropa-IMF hampir lengkap dengan Athena diminta untuk mengambil tindakan baru yang keras.

Sementara itu mata uang tunggal Eropa maju ke 1,3231 dollar AS, satu hari setelah mencapai 1,3115 dollar AS– yang merupakan tingkat terendah sejak akhir April 2009.

Mata uang AS melemah membuat minyak yang dihargakan dalam dollar AS lebih murah bagi para pembeli yang menggunakan unit kuat, seperti euro, dan karena itu ini cenderung untuk mengangkat permintaan dan harga.

Minyak naik pada Rabu di akhir reli, satu hari setelah diguncang krisis keuangan Yunani dan penguatan dollar AS.

Pasar telah memperoleh kembali kerugiannya setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS mempertahankan tingkat suku bunganya pada level sangat rendah, lebih lanjut menstimulasi perekonomian, yang merupakan konsumen utama minyak.

Harga juga mendapat dukungan setelah Departemen Energi AS (DoE) mengatakan cadangan minyak mentah AS meningkat 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 23 April, jauh di atas ekspektasi pasar untuk kenaikan sekitar 800.000 barel.

Selain dari Yunani dan keputusan suku bunga AS, para pedagang juga mengikuti sebuah kebocoran minyak besar di Teluk Meksiko. ref: kompas

Lintas Barat Sumatera Rusak Berat

Kondisi jalan jalur lintas barat Sumatera di kawasan tanjakan Sedayu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, rusak. Sebagian aspal jalan di jalur itu terkelupas dan menyisakan tanah merah yang licin saat hujan.

Bengkulu, Kompas – Kerusakan jalan lintas barat Sumatera antara Lampung dan Bengkulu masih parah. Lubang-lubang besar, longsor, serta aspal yang terkelupas masih mengganggu di banyak ruas dan titik jalan. Akibatnya, lalu lintas di ruas itu tersendat, bahkan banyak truk yang mogok, terperosok, atau mengalami kecelakaan.

Berdasarkan pemantauan tim ekspedisi Wisata Lintas Barat Sumatera oleh National Geographic Traveler-Kompas, Minggu-Rabu (28/4), kerusakan jalan tersebar hampir merata, terutama sejak dari Bandar Lampung, Lampung, hingga Manna, Bengkulu. Titik terparah, antara lain, terdapat di tanjakan Sedayu, Kabupaten Tenggamus, di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Pemerihan, Kabupaten Lampung Barat, di antara Krui dan Bintuhan, serta perbatasan Lampung-Bengkulu di Manna.

Di tanjakan Sedayu, sebagian pinggir jalan runtuh karena longsor. Di beberapa titik, jalan sedang diuruk tanah. Akan tetapi, sebagian aspalnya masih dibiarkan terkelupas dan menyisakan tanah merah yang licin saat hujan. Lubang menganga di beberapa tempat.

Di kawasan TNBBS di sekitar Pemerihan, jalanan dihadang lubang-lubang besar hingga sedalam 50 sentimeter. Beberapa truk mogok di pinggir jalan karena terperosok dalam lubang. Mereka terpaksa menginap di tengah hutan demi menjaga truk dan muatannya.

Di jalur antara Krui dan Bintuhan ada beberapa jalan yang longsor ke arah pantai. Jalan yang tersisa hanya separuh dari total badan jalan. Kendaraan harus bergantian dan antre melintas.

Ruas jalan antara Bintuhan dan Manna juga rusak berat. Lubang-lubang besar menganga di tengah jalan. Banyak aspal terkelupas, jalan retak dan bergelombang, serta beberapa jalan sedang diperbaiki.

Kondisi jalan yang rusak itu semakin sulit dilalui karena bentuk jalan yang berkelok-kelok dan turun-naik mengikuti topografi tanah yang bergunung dan berbukit. Truk-truk besar harus berjalan merayap agar bisa selamat.

”Kami hanya bisa melaju dengan kecepatan sekitar 20-30 kilometer per jam,” kata Sartono (45), sopir truk pengangkut genteng dari Bengkulu.

Truk terperosok

Kerusakan jalan lintas barat Sumatera tersebut menghambat lalu lintas kendaraan, terutama truk pengangkut barang. Truk-truk itu terpaksa tertatih-tatih melewati jalan rusak, terutama ketika jalan itu menanjak atau menurun. Jika lubang-lubang di jalan terlalu besar, mereka harus turun dulu untuk memeriksa keadaan, baru kemudian mencari jalur yang mungkin dilewati.

Sejumlah kendaraan yang naas atau kurang hati-hati akhirnya mogok atau terjerembap dalam lubang. Suasana ini tampak di sejumlah titik di sepanjang perjalanan. Bahkan, sebuah truk boks dari arah Bengkulu terjerembap dan masuk dalam jurang sedalam sekitar tujuh meter di sebuah jalan menurun di Desa Lemong, Kecamatan Lemong, Kabupaten Lampung Barat, Selasa (27/4) siang.

Hingga Rabu malam, truk yang mengangkut kertas itu masih teronggok di jurang dan baru akan ditarik dengan mobil derek. Sopir dan kernetnya, Adang (29) dan Iwoh (18), luka-luka dan harus berbaring di rumah makan terdekat.

”Saya baru pertama kali lewat jalur lintas barat Sumatera. Saat jalan turun tajam, rem sulit dikendalikan dan truk masuk jurang. Kami rugi waktu dan bawaan yang rusak,” tutur Adang.

Para sopir truk mengaku memilih jalan lintas barat Sumatera karena relatif lebih dekat ke arah barat Sumatera dan agak sedikit punglinya. Di jalur itu juga tak ada pemerasan dengan modus jembatan timbang. Sayangnya, jalur itu sulit dilalui karena berlubang, sering longsor, dan jalannya turun-naik.

Gangguan itu sangat memperlambat perjalanan. Ruas Bengkulu-Lampung harus ditempuh selama satu hari satu malam, bahkan kadang lebih. ”Biaya perjalanan jadi membengkak. Semoga pemerintah mau memperbaiki jalur ini,” kata Santo (40), sopir truk Bengkulu-Lampung.

Pantai barat NAD

Dua titik ruas jalan di pantai barat di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) juga dalam kondisi rusak. Salah satu ruas menjadi sangat vital karena semua angkutan kebutuhan pokok dari Medan, Sumatera Utara, melewati jalur tersebut. Saat tim Lintas Barat Sumatera National Geographic Traveler-Kompas melintasi titik yang terletak selepas Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (28/4), sebagian besar titik yang terletak di pinggir bukit di kawasan Air Pinang ambles.

”Amblesnya sudah lama, tetapi hanya ditambal sulam begitu saja,” kata Eddy Wijaya, salah satu warga Tapaktuan. Jarak antarpunggung bukit atau tebing tidak lebih dari 0,5 meter. Adapun lebar jalan tidak lebih dari lima meter untuk dua jalur di atasnya.

Lintasan lain yang masih belum selesai diperbaiki pascatsunami pada akhir 2004 adalah lintasan Banda Aceh-Calang, Aceh Jaya. USAID, lembaga donor milik Pemerintah Amerika Serikat, menargetkan lintasan tersebut selesai dikerjakan pada 2011.

Di kawasan Lhokseudu, Kecamatan Leupung, pihak pelaksana proyek belum menyelesaikan pengerjaan sebuah bukit yang rencananya akan dilintasi jalan.(IAM/MHD)

ref: kompas, http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/29/04064536/Lintas.Barat.Sumatera.Rusak.Berat.

Gigolo Kuta Sering Mendapat Jodoh Bule di Pantai

Para gigolo yang biasa beroperasi di Pantai Kuta memang bisa menebar mimpi. Sebab selain siap melayani hasrat seksual para turis tak sedikit dari mereka yang kemudian bertemu jodoh dengan wanita asing.

Keberadaan para anak pantai ini, seolah menjadi warna dan daya tarik sendiri bagi wisatawan asing terutama turis wanita yang gemar pria lokal. Dengan modal seadanya namun ditopang keberanian, mereka justru akhirnya beruntung bak mendapat durian runtuh, yakni bertemu pasangan hidup.

“Banyak dari mereka yang ketemu jodoh dengan tamu tamu bule di pantai,” kata Kepala Satgas Pantai Kuta IGN Tresna dihubungi, Selasa(27/04/2010). Jika sudah begitu, maka tidak ada yang bisa melarang kekuatan cinta yang sudah dipertemukan di Pantai Kuta.

Diakui Tresna, banyaknya pria yang mencoba peruntungan untuk mengubah nasib dengan berprofesi sebagai gigolo memang tidak bisa dicegah, karena itu sudah pilihan mereka. Yang bisa dilakukan kata dia bagaimana aktivitas mereka di pantai tidak menganggu kenyamanan wisatawan lainnya serta melannggar aturan dan norma yang ada.

Karena itu, pihaknya terus memantau aktivitas para pria yang berbadan atletis biasa berdandan khas dengan rambut dicat, kulit hitam plus kacamata pantai tersebut. “Ya biasalah mereka duduk-duduk di pantai, biasanya menawarkan jasa bermain surfing, kalau ada turis wanita yang tertarik, itu urusan mereka, kita kan tidak bisa berbuat apa,” kata dia.

“Masak kita melarang mereka yang kemudian bertemu jodoh di Pantai, kan tidak, sepanjang mereka tetap menjaga norma-norma dan tidak melanggar aturan,” imbuh Tresna sembari menambahkan mereka berasal dari berbagai daerah baik Bali maupun luar Bali.

Tresna mengakui, praktik para gigolo seperti dalam tayangan film dokumenter Cowboys ini Paradise ini bisa merusak citra pariwisata Bali. Karenanya, jangan sampai kata Tresna terkesan seolah obyek wisata Pantai Kuta sebagai surga bebas. “Itu tidak benar, kami tidak bisa tolerir hal hal seperti itu,” ujar Tresna

“Kami di Bali mempercayai bahwa Pantai termasuk kawasan Suci di mana setiap ada upacara keagaamaan, ending atau pada akhirnya selalu berada di pantai atau segara. Jadi kami berkewajiban tetap menjaga kesucian pantai termasuk di Pantai Kuta,” ucapnya. (fit)
(ful)okezone