<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sites of Unique Most of The Most Record &#187; sains</title>
	<atom:link href="http://surgaku.com/tag/sains/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://surgaku.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 15:46:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tanda-Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/05/tanda-tanda-ufo-batu-ufo-di-kupang-ntt-indonesia/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/05/tanda-tanda-ufo-batu-ufo-di-kupang-ntt-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 03:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin1</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[Unik-Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/tanda-tanda-ufo-batu-ufo-di-kupang-ntt-indonesia.htm</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata pencarian dan keyakinan para pencari UFO lokal kita yaitu beta-ufo membuahkan hasil. Pasalnya mereka menemukan Tanda-Tanda Ufo atau bisa disebut artefak UFO yang di temukan di daerah Kupang NTT, Indonesia. Berikut adalah artikel lengkapnya yang di ambil dari situs aslinya betaufo.org/id Willy Soeharly, warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan kepada BETA-UFO bahwa ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i33.tinypic.com/o5dvdw.jpg" border="0" alt="o5dvdw Tanda Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia"  title="Tanda Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia" />Ternyata pencarian dan keyakinan para pencari UFO lokal kita yaitu beta-ufo membuahkan hasil. Pasalnya mereka menemukan Tanda-Tanda Ufo atau bisa disebut artefak UFO yang di temukan di daerah Kupang NTT, Indonesia. Berikut adalah artikel lengkapnya yang di ambil dari situs aslinya betaufo.org/id</p>
<p>Willy Soeharly, warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan kepada BETA-UFO bahwa ia memiliki foto-foto artifak yang diduga merupakan artifak UFO. Ia memotretnya di rumah almarhum C.A. Castillo, seorang peneliti geologi keturunan Spanyol yang tinggal di Kupang. Alm. Castillo wafat tahun 1994.</p>
<p>Artifak tersebut ditemukan oleh Castillo ketika sedang melakukan penelitian di Bukit Setan di Kabupaten Oesu&#8217;u, Kabupaten Kupang. Ia menemukannya di sebuah tempat seperti gua. Ia melihat ada tumpukan batu (yang mungkin menarik perhatiannya). Lalu batu tersebut ia ambil dan bawa pulang. Batu itu berbentuk aneh. Pernah hendak dibelah oleh Castillo namun ternyata batu itu keras sekali.</p>
<p>Batu tersebut sangat aneh seperti ada dua buah batu yang diikat dan ada gambar bintang, matahari dan orang yg menunjuk ke atas, dan ada anak panah yang menunjuk pada 1 bintang.</p>
<p>Menurut Willy, batu tersebut mengandung magnet, kemungkinan jg mengandung radioaktif. Salah satu email dari willy ke BETA-UFO menuturkan: &#8220;C.A. Castillo meninggal karena karena sakit dan sudah lanjut usia. Batu tersebut didapatkan di bukit Nitnai pada tahun 1992, dibukit itu dulunya ada tiga titik berwarna hitam berbentuk segitiga dan menurut beliau itu tempat mendaratnya UFO, sehingga beliau menghubungkan batu tersebut dgn UFO. kami juga sempat meninjau lokasi di bukit nitnai, tapi karena erosi ketiga titik hitam itu tidak kami temukan, yang kami temukan adalah tanah-tanah yg seperti terbakar namun sudah menjadi batu. Kami cukup puas dengan keterangan warga di sana bahwa bukit itu dulunya pada tahun 1980-an sampai dengan 1990-an banyak lampu2 terang panjang kira-kira 1 meter bergelantungan di pohon-pohon di sekitar bukit, dan padahal didaerah itu tdk ada listrik, sehingga masyarakat menggangapnya setan dan dinamakan bukt setan.&#8221;</p>
<p>Artifak itu sepeninggal Castillo masih ada dan berada di rumah keluarganya. Willy ketika hendak memotret batu itu sempat diingatkan oleh istri alm. Castillo supaya berhati-hati jangan sampai kameranya rusak karena sebelumnya pernah ada yang memotret namun kameranya malah rusak. Willy memotretnya dengan menggunakan kamera ponsel Nokia N73.</p>
<p>Menurut alm. Castillo, warga setempat sering melihat ada obyek seperti lampu neon turun di Bukit Setan. Menurut alm Castillo juga, Bukit Setan mengandung banyak uranium. Willy sempat menanyakan ke Dinas Pertambangan bahwa memang bukit tersebut mengandung uranium namun uranium yang tergolong masih muda.</p>
<p>Informasi lain dari Willy bahwa di tahun 1993 pernah terjadi penampakan UFO di Perumnas Oebobo (tidak jelas namanya) di Kupang. Rupanya itu sering terjadi dan disaksikan oleh warga setempat. Warga bingung mau melaporkan kepada siapa. Sejak tahun 1993 fenomena ini sudah tidak pernah muncul lagi.</p>
<p>Sementara itu di wilayah Ngilmina, yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, kira-kira tahun 1983, pernah terjadi kasus dimana seorang penambang pasir warga setempat disinari oleh cahaya/lampu sorot aneh. Waktu itu ada tiga orang hendak menambang pasir. Tiba-tiba salah satu dari mereka tersorot oleh cahaya/lampu sorot itu. Setelah kejadian itu orang itu takut jika hendak menyalakan barang-barang elektronik.<br />
<img src="http://i38.tinypic.com/rwsb46.jpg" border="0" alt="rwsb46 Tanda Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia"  title="Tanda Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia" /></p>
<p>Ukuran batunya cukup kecil, sebesar dua kepalan tangan. Saat ini batu tersebut disimpan oleh anaknya C.A. Castillo yang bernama Alfred. Hal yang menarik adalah, saat batu tersebut berada di rumah C.A. Castillo yang saat itu tinggal di perumnas, pada bulan Mei 1993, nampak sebuah UFO di sana. Bentuknya seperti piring (bulat) dan ada lampu warna biru di bawahnya. Terbang rendah lebih tinggi sedikit dari tiang listrik.. dan terbanganya seperti berayun &#8211; ayun (maju mundur), seperti oleng-oleng, dengan ukuran sekitar 5 sampai 7 meter (diameter). </p>
<p>C.A. Castillo menurut keterangan Willy, tertarik meneliti di bukit Nitnai tersebut karena menduga pendaratan ufo di sana. Menurut informasi yang disampaikan, di tempat ditemukannya batu itu, ada tanda tanah terbakar dengan bentuk segitiga, yang jaraknya dari satu titik ke titik yang lain kurang lebih 3 sampai 4 meter. Diperkirakan itu adalah jejak kaki pendaratannya.</p>
<p>Willy menunjukkan koordinat bukit setan yang disurveinya ada di 10Â° 9&#8217;12.15&#8243;S &#8211; 123Â°48&#8217;0.57&#8243;E. Lokasinya tandus, mengandung uranium.</p>
<p>Bentuk guratan yang ada di batu ini hampir mirip dengan plakat yang dibawa oleh wahana antariksa Pioneer X.<br />
<img src="http://i34.tinypic.com/aom53o.jpg" border="0" alt="aom53o Tanda Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia"  title="Tanda Tanda UFO (Batu UFO) di Kupang NTT Indonesia" /></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>tanda-tanda aneh</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/05/tanda-tanda-ufo-batu-ufo-di-kupang-ntt-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manusia Pertama ada di Indonesia</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/04/manusia-pertama-ada-di-indonesia/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/04/manusia-pertama-ada-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 03:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan umum]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/iptek/manusia-pertama-ada-di-indonesia.html</guid>
		<description><![CDATA[Oppenheimer mengemukakan bahwa saat itu, kawasan Paparan Sunda telah dihuni oleh manusia dalam jumlah besar. Karena itulah, menurutnya, hampir semua kebudayaan dunia memiliki tradisi yang mengisahkan cerita banjir besar yang menenggelamkan sebuah daratan. Kisah-kisah semacam banjir Nabi Nuh as, olehnya dianggap sebagai salah satu bentuk transfer informasi antar generasi manusia tentang peristiwa mahadahsyat tersebut. Menurut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Oppenheimer mengemukakan bahwa saat itu, kawasan Paparan Sunda telah dihuni oleh manusia dalam jumlah besar. Karena itulah, menurutnya, hampir semua kebudayaan dunia memiliki tradisi yang mengisahkan cerita banjir besar yang menenggelamkan sebuah daratan. Kisah-kisah semacam banjir Nabi Nuh as, olehnya dianggap sebagai salah satu bentuk transfer informasi antar generasi manusia tentang peristiwa mahadahsyat tersebut.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i557.photobucket.com/albums/ss17/semisumarna/surgaku/th_beach_-_komodo_-_strand_00.jpg" border="0" alt="th beach   komodo   strand 00 Manusia Pertama ada di Indonesia"  title="Manusia Pertama ada di Indonesia" />Menurut Oppenheimer, setelah terjadinya banjir besar tersebut, menusia mulai menyebar ke belahan bumi lainnya. Oppenheimer menyatakan bahwa hipotesisnya ini disokong oleh rekonstruksi persebaran linguistik terbaru yang dikemukakan Johanna Nichols. Nichols memang mencoba mendekonstruksi persebaran bahasa Austronesia. Sebelumnya, Robert Blust (linguis) dan Peter Bellwood (arkeolog) menyatakan bahwa persebaran bahasa-bahasa Austronesi a berasal dari daratan Asia ke Formosa (Taiwan) dan Cina Selatan (Yunnan) sebelum sampai ke Filipina, Indonesia, kepulauan Pasifik dan Madagaskar. Nichols menyatakan konstruksi yang terbalik di mana bahasa-bahasa Austronesia menyebar dari Indonesia-Malaysia ke kawasan-kawasan lainnya dan menjadi induk dari bahasa-bahasa dunia lainnya.</p>
<p>Oppenheimer berkeyakinan bahwa penduduk Malaysia, Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dewasa ini adalah keturunan dari para penghuni Paparan Sunda yang tidak hijrah setelah tenggeamnya sebagian kawasan tersebut. Dengan kata lain, ia hendak mengemukakan bahwa persebaran manusia di dunia berasal dari kawasan ini.</p>
<p>Pendapatnya ia perkuat dengan mengemukakan analisa tentang adanya kesamaan benda-benda neolitik di Sumeria dan Asia Tenggara yang diketahui berusia 7.500 tahun. Kemudian ciri fisik pada patung-patung peninggalan zaman Sumeria yang memiliki tipikal wajah lebar (brachycepalis) ala oriental juga memperkuat hipotesis tersebut.</p>
<p>Oppenhimer juga yakin bahwa tokoh dalam kisah Gilgamesh yang dikisahkan sebagai satu-satunya tokoh yang selamat dari banjir besar adalah karakter yang sama dengan Nabi Nuh as dalam kitab Bible dan Qurâ€™an yang tak lain adalah karakter yang berhasil menyelamatkan diri dari banjir besar yang menenggelamkan paparan Sunda. Legenda Babilonia tua mengisahkan pula kedatangan tujuh cendekiawan dari timur yang membawa keterampilan dan pengtahuan baru. Kisah yang sama terdapat pula di dalam India kuno di Hindukush. Varian legenda semacam ini pun ternyata tersebar di kepulauan Nusantara dan Pasifik.</p>
<p>Oppenheimer lebih lanjut mengemukakan bahwa kisah yang serupa dengan kisah penciptaan Adam dan Hawa serta pertikaian Kain dan Abel (Qabil dan Habil) ternyata dapat ditemukan di kawasan Asia Timur dan Kepulauan Pasifik. Misalnya orang Maori di Selandia Baru, menyebut perempuan pertama dengan nama â€˜Eeveâ€™. Kemudian di Papua Nugini, kisah yang serupa dengan Kain dan Abel ada dalam wujud Kullabop dan Manip. Tradisi-tradisi di kawasan ini juga mengemukakan bahwa manusia pertama di buat dari tanah lempung yang berwarna merah.</p>
<p>Atas dasar berbagai hipotesis tersebut pula, Oppenheimer meyakini bahwa Taman Eden yang disebut-sebut dalam Bible ada di Paparan Sunda. Berbicara tentang Hipotesis Oppenheimer ini, saya juga jadi teringat salah satu ayat dalam Kitab Genesis yang dengan jelasmenyebut bahwa Eden ada di Timur. Mungkinkah Taman Eden memang berlokasi di Indonesia? Dan Manusia Pertama pun ditempatkan Tuhan di Indonesia? Wallaahuâ€™alam.</p>
<p>sumber :http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/2009/12/manusia-pertama-ada-di-indonesia.html</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>manusia indonesia pertama</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/04/manusia-pertama-ada-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Antartika Menipis karena Mencair</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/04/es-antartika-menipis-karena-mencair/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/04/es-antartika-menipis-karena-mencair/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 03:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[antartika]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/es-antartika-menipis-karena-mencair.htm</guid>
		<description><![CDATA[Es Antartika Menipis karena Mencair, pencairan lapisan es ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya efek rumah kaca dan matahari yang semakin tidak bersahabat. Salah satu lapisan es terbesar atau gletser di Antartika menipis empat kali lebih cepat dibandingkan 10 tahun lalu. Demikian penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan Inggris di stasiun pemantauan kawasan itu, sebagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i38.tinypic.com/bec6za.jpg" border="0" alt="bec6za Es Antartika Menipis karena Mencair"  title="Es Antartika Menipis karena Mencair" />Es Antartika Menipis karena Mencair, pencairan lapisan es ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya efek rumah kaca dan matahari yang semakin tidak bersahabat. Salah satu lapisan es terbesar atau gletser di Antartika menipis empat kali lebih cepat dibandingkan 10 tahun lalu. Demikian penelitian yang dilakukan sejumlah ilmuwan Inggris di stasiun pemantauan kawasan itu, sebagaimana ditulis dalam Jurnal Geofisika dan dipublikasikan pada hari Jumat(15/8).</p>
<p>Tim peneliti tersebut dipimpin Profesor Duncam Wingham dari Universitas College London, UCL. Penelitian dari pengukuran satelit di gletser Pulau Pine di kawasan barat Antartika (kutub selatan) menunjukan permukaan es terus meleleh hingga 16 m per tahun.</p>
<p>Sejak 1994, gletser telah menipis hingga 90 m, yang mengakibatkan peningkatan permukaan air laut. Perhitungan ini berdasarkan ukuran lelehan sejak 15 tahun lalu yang sempat disebut geltser ini bisa bertahan hingga 600 tahun. Tapi data terbaru menunjukan kalau gletser terbesar di kawasan ini hanya akan bertahan 100 tahun lagi.</p>
<p>Tingkat penipisan terjadi lebih cepat di pusat gletser dan menimbulkan kekhawatiran jika proses ini berlanjut, gletser akan pecah dan mulai mempengaruhi lapisan es tersisa di kawasan ini. Salah satu penulis dalam Jurnal ini, Profesor Andrew Shepherd, dari Universitas Leeds mengatakan, lelehan itu akan menambah ketinggian air laut sekitar 3cm.</p>
<p>&#8220;Tapi es tersebut terperangkap di belakang sekitar 20-30 cm dari ketinggian laut dan secepatnya ketika kami membuat tidak stabil atau menggerakan pusat gletser, kami tidak tahu apa yang terjadi atas es di baliknya,&#8221; katanya.</p>
<p>Gletser di Pulau Pine menjadi subyek penelitian dalam beberapa tahun terakhir di tengah ketakutan bahwa keruntuhan bongkah es akan memyebabkan disintegrasi di lapisan es kawasan barat Antartika.</p>
<p>&#8220;Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di kawasan Antartika. Kami telah mengetahui wilayah itu sudah kehilangan keseimbangan sejak beberapa waktu lalu, tapi tidak menduga akan kehilangan dalam jumlah yang besar seperti itu.&#8221;</p>
<p>Lima tahun lalu BBC sempat ikut dalam penerbangan untuk mensurvei gletser pulau Pine dengan radar dan peralatan laser. Dalam perjalanan 11 jam dari Arena Punta termasuk melintasi jurang es rendah dengan lebar 20 mil dan di sejumlah tempat dengan ketebalan es mencapai satu mil.</p>
<p>Pada saat itu, para ilmuwan di pesawat mengkhawatirkan kecepatan perubahan yang mereka deteksi. Penelitian terakhir dari data satelit akan menambah peringatan bagi para ilmuwan di kutub.</p>
<p>Hal ini muncul setelah ilmuwan di Artik (kutub utara) juga menemukan bukti perubahan yang sangat dramatis. Peneliti yang tergabung dalam kapal Greenpeace itu melakukan penelitian di bagian barat daya Greenland. Salah satu yang ikut dalam penelitian itu, Profesor Jason Box, dari Universitas Ohio menyatakan terkejut dengan sedikitnya jumlah es yang mereka temukan di selat Nares antara Greenland dengan Kanada.</p>
<p>&#8220;Komunitas ilmuwan sangat terkejut terhadap bagaimana sensitifnya lapisan es ini terhadap perubahan iklim. Pertama gletser di Greenland selatan dan sekarang ketika kami bergerak lebih jauh ke utara kami menemukan hal serupa. Ini seperti membuka tutup botol,&#8221; kata Prof Box mengatakan kepada BBC news</p>
<p>sumber:BBC News</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/04/es-antartika-menipis-karena-mencair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fakta Bahwa Bumi Kita Mengecil</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/04/fakta-bahwa-bumi-kita-mengecil/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/04/fakta-bahwa-bumi-kita-mengecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2012 03:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan umum]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/iptek/fakta-bahwa-bumi-kita-mengecil.html</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini beberapa ahli geodesi dari dari Bonn, Jerman, melakukan penelitian terhadap diameter bumi yang diyakini lebih kecil dari ukuran sebelumnya. Penelitian ini diyakini akan menyokong penelitian berbagai bidang yang relevan dengan bumi. Hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa ukuran bumi lebih kecil 5 milimeter (ukuran bumi saat ini 12.756, 274 kilometer) dari 5 tahun lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i33.tinypic.com/o00zlz.jpg" border="0" alt="o00zlz Fakta Bahwa Bumi Kita Mengecil"  title="Fakta Bahwa Bumi Kita Mengecil" />Baru-baru ini beberapa ahli geodesi dari dari Bonn, Jerman, melakukan penelitian terhadap diameter bumi yang diyakini lebih kecil dari ukuran sebelumnya. Penelitian ini diyakini akan menyokong penelitian berbagai bidang yang relevan dengan bumi.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan fakta bahwa ukuran bumi lebih kecil 5 milimeter (ukuran bumi saat ini 12.756, 274 kilometer) dari 5 tahun lalu. Meskipun perubahannya kecil tetapi sangat memengaruhi perubahan iklim dan pergeseran benua.</p>
<p>Sementara itu, di Rusia, Vyacheslav Orlenok, profesor geologi di Kant Russian State University, Kaliningrad, membandingkan struktur relief kuno dengan yang ada pada saat ini.</p>
<p>Dia mengatakan 4,5 miliar tahun yang lalu, ketika permukaan bumi baru saja mulai memadat, ukurannya lebih besar. Jari-jari bumi diperkirakan sekitar 6.956 km dan saat ini sudah berkurang 585 km.</p>
<p>Selama ribuan tahun, permukaan bumi berkurang sekitar 128 juta kilometer persegi. Hitungan tersebut didapatkan dengan membandingkan total luas semua benua saat ini yang mencapai 149 juta kilometer persegi.</p>
<p>â€œPenyusutan adalah faktor utama dalam proses tektonik seperti dalam platform gerakan benua,â€ kata Orlenok.</p>
<p>Orlenok menjelaskan, berkurangnya ukuran diakibatkan oleh gaya gravitasi dan hilangnya massa yang disebabkan oleh radiasi matahari yang meniup atom hidrogen menjauhi atmosfer bumi. Ia telah mempelajari pembentukan bumi dan kerak samudera selama lebih dari 30 tahun.<br />
Fakta bahwa bumi kita mengecil memang adalah suatu hal yang masih harus di kaji lebih dalam lagi.<br />
Sumber: eqsmagazine</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/04/fakta-bahwa-bumi-kita-mengecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya! Permukaan Laut Naik 5-10 Milimeter Per Tahun</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/03/bahaya-permukaan-laut-5-10-milimeter-per-tahun/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/03/bahaya-permukaan-laut-5-10-milimeter-per-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 15:46:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[berita teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[global warming]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/news/bahaya-permukaan-laut-5-10-milimeter-per-tahun.html</guid>
		<description><![CDATA[Bahaya akan melanda planet bumi tercinta apabila kita tidak segera bertindak. Dari hasil pemantauan di beberapa lokasi, laju kenaikan paras muka laut Indonesia mencapai 5-10 milimeter per tahun, jauh di atas perkiraan kenaikan paras muka laut global yang diperkirakan 1,5 milimeter per tahun. Laju kenaikan rata-rata paras muka laut Indonesia itu dipengaruhi oleh enam faktor, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i557.photobucket.com/albums/ss17/semisumarna/th_3493509p.jpg" border="0" alt="th 3493509p Bahaya! Permukaan Laut Naik 5 10 Milimeter Per Tahun"  title="Bahaya! Permukaan Laut Naik 5 10 Milimeter Per Tahun" />Bahaya akan melanda planet bumi tercinta apabila kita tidak segera bertindak. Dari hasil pemantauan di beberapa lokasi, laju kenaikan paras muka laut Indonesia mencapai 5-10 milimeter per tahun, jauh di atas perkiraan kenaikan paras muka laut global yang diperkirakan 1,5 milimeter per tahun.</p>
<p>Laju kenaikan rata-rata paras muka laut Indonesia itu dipengaruhi oleh enam faktor, tetapi tidak didominasi perubahan iklim. Demikian diungkapkan Kepala Subdirektorat Mitigasi Bencana dan Pencemaran Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Subandono Diposaptono, Selasa (15/12).</p>
<p>Menurut dia, data kenaikan paras muka laut di Indonesia diambil beberapa instansi. Dari pemantauan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional diperoleh data di Jakarta, Semarang, Jepara, Batam, Kupang, Biak, dan Sorong yang angkanya 5-10 mm per tahun.</p>
<p>Hasil penelitian Institut Teknologi Bandung memperlihatkan laju kenaikan paras laut di Belawan 7,83 mm per tahun, Jakarta 4,38 mm, Semarang 9,27 mm, dan Surabaya 5,47 mm per tahun. Pemantauan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk Panjang, Lampung, menunjukkan laju kenaikan 4,15 mm per tahun.</p>
<p>Enam faktor</p>
<p>Menurut Subandono, kenaikan paras muka laut sebagai dampak perubahan iklim hanya dipengaruhi dua proses, yaitu pencairan es di kutub dan proses pemuaian air laut akibat pemanasan global. â€Seluruhnya ada enam faktor penyebab,â€ katanya.</p>
<p>Faktor-faktor lainnya, lanjutnya, adalah meliputi dampak perubahan kerak bumi akibat aktivitas tektonikâ€”penurunan tanah akibat gempa atau aktivitas seismik dan pemampatan tanah akibat kondisi tanah yang labil.</p>
<p>Selain itu, ada penurunan tanah akibat aktivitas manusia, misal pengambilan air tanah, ekstraksi gas dan minyak, atau pembebanan dengan bangunan.</p>
<p>â€Faktor keenam, yaitu adanya variasi akibat fluktuasi iklim seperti fenomena La Nina yang membawa aliran air hangat dari Samudra Pasifik ke Indonesia,â€ kata Subandono. Menurut dia, enam faktor penyebab kenaikan paras muka laut itu penting diketahui untuk menetapkan agenda adaptasi dan mitigasi.</p>
<p>Indonesia terus mendorong perhatian dunia terhadap dampak perubahan iklim di laut. Ini ditengarai dengan makin rusaknya terumbu karang dunia ataupun ekosistem kelautan lainnya. Delegasi Indonesia untuk Konferensi PBB mengenai Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, melalui surat elektronik menyampaikan telah menggagas kegiatan paralel Hari Kelautan (The Ocean Day) pada 14 Desember 2009, dibuka Pangeran Monako HSH Prince Albert II.</p>
<p>Mantan Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan DKP Indroyono Soesilo dalam kegiatan paralel itu menekankan pentingnya pengarusutamaan dimensi kelautan dalam proses negosiasi perubahan iklim global.</p>
<p>Menurut Indroyono, program mengatasi dampak perubahan iklim dalam kaitan pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) perlu diwujudkan secara nyata. Kegiatan paralel dihadiri sekitar 150 peserta dari 39 negara yang menaruh perhatian terhadap isu kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil yang perlu segera ditangani. (NAW)</p>
<p><em>Editor: jimbon<br />
Sumber : Kompas Cetak</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>diposaptono 2012 tentang dampak kenaikan air laut</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/03/bahaya-permukaan-laut-5-10-milimeter-per-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Baru Dengan Infra-Merah</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/02/pengobatan-baru-dengan-infra-merah/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/02/pengobatan-baru-dengan-infra-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 15:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[biologi]]></category>
		<category><![CDATA[penemuan]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/iptek/pengobatan-baru-dengan-infra-merah.html</guid>
		<description><![CDATA[disiplin ilmu telah menciptakan suatu teknik ultrasensitif baru untuk menganalisis kelangsungan hidup molekul protein. Teknik ini mungkin dapat mengubah metodologi atas studi biomolekul dan memetakan jalan baru guna efektifitas diagnostik dan pencegahan dini dari penyakit kompleks. Para peneliti dari Boston University dan Tufts University, baru-baru ini memperagakan teknik spektroskopi inframerah yang dapat langsung mengenali â€œgetaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i557.photobucket.com/albums/ss17/semisumarna/humboldt_200_200.jpg" border="0" alt="humboldt 200 200 Pengobatan Baru Dengan Infra Merah" title="Pakar Biologi, Diana Lopez, koordinator laboratorium biologi molekuler milik Lembaga Penelitian Sumber Daya Biologi Alexander von Humboldt, memeriksa sebuah tangki nitrogen cair dengan sampel DNA." />disiplin ilmu telah menciptakan suatu teknik ultrasensitif baru untuk menganalisis kelangsungan hidup molekul protein. Teknik ini mungkin dapat mengubah metodologi atas studi biomolekul dan memetakan jalan baru guna efektifitas diagnostik dan pencegahan dini dari penyakit kompleks. </p>
<p>Para peneliti dari Boston University dan Tufts University, baru-baru ini memperagakan teknik spektroskopi inframerah yang dapat langsung mengenali â€œgetaran sidik jariâ€ dari sejumlah kecil protein, alat ini juga dipakai untuk memelihara organisme hidup.</p>
<p>Teknik baru ini memanfaatkan nanoteknologi untuk mengatasi beberapa keterbatasan dari teknik konvensional saat ini yang digunakan untuk mempelajari biomolekul. â€œHal ini memungkinkan identifikasi protein dengan langsung menganalisa indikasi getaran sidik jari,â€ kata ketua tim Hatice Altug, asisten profesor teknik di Boston University. â€œIni bisa mengarah pada peralatan baru untuk mempelajari biomolekul.â€</p>
<p>Metode pengajaran tentang bio-molekul terdahulu pada umumnya menggunakan spektroskopi fluoresens, di mana biomolekul diberi label fluoresens yang sangat terang guna melacak seberapa efisien mereka berinteraksi satu dengan lainnya. Memahami interaksi adalah penting bagi penelitian pengobatan medis.</p>
<p>Spektroskopi fluoresens cukup peka pada molekul tingkat tunggal. Namun, label tadi bisa saja lebih besar dari biomolekul itu sendiri dan ini akan mengganggu interaksi antar biomolekul.</p>
<p>â€œSaat ini ada kebutuhan untuk mengembangkan teknologi biodeteksi tanpa label,â€ jelas Altug. â€œSpektroskopi inframerah adalah salah satu metode bebas label, karena jika Anda melihat dengan menggunakan frekuensi inframerah, Anda bisa langsung melihat biomolekul meski tanpa ditandai.â€</p>
<p>Molekul terdiri dari atom-atom yang saling terikat satu sama lain oleh per (pegas). Tergantung pada massa atom, seberapa kaku per ini, atau bagaimana per dari atom itu tersusun, molekul berputar dan bergetar pada frekuensi tertentu, mirip dengan senar gitar yang bergetar pada frekuensi tertentu tergantung dari panjangnya tali. Frekuensi resonansi ini berupa molekul spesifik, dan mereka sebagian besar terjadi pada rentang frekuensi inframerah dari spektrum elektromagnetik.</p>
<p>Kepekaan Spektroskopi Inframerah sebelumnya dinilai terlalu amat rendah untuk mendeteksi getaran ini, khususnya dari sejumlah kecil sampel. Metode baru yang ditunjukkan oleh seorang mahasiswa pascasarjana Altug, Ronen Adato bersama rekannya seorang doktor, Ahmet Ali Yanik yang menggabungkan kekuatan nanoteknologi dan Nanofotonik dan berhasil mengatasi masalah-masalah yang mencegah penggunaan masa lalu atas spektroskopi inframerah.</p>
<p>â€œKami menggunakan susunan nanopartikel kecil logam emas sebagai nanoantenna plasma efisien untuk lebih memperkuat kemampuan mendeteksi frekuensi molekul bawaan,â€ kata Yanik. Dengan teknik mereka, tim memperoleh indikasi getaran dari hampir 145 protein sutra yang ditempatkan di ujung setiap nanoantenna.</p>
<p>â€œTeknik kami memberikan para peneliti kemampuan untuk meningkatkan indikasi getaran bawaan lebih dari 100.000 kali,â€ kata Altug. â€œHal ini memungkinkan kita untuk mempelajari struktur molekul dan fungsi biologis yang sangat kecil jumlah molekulnya.â€</p>
<p>Altug mengantisipasi bahwa alat-alat baru ini suatu hari nanti akan membantu para peneliti merancang obat-obatan, meminimalkan komplikasi akan penyakit mematikan seperti kanker dan Alzheimer. â€œKemajuan ini secara fundamental adalah penting untuk bidang biokimia,â€ katanya.</p>
<p>â€œMetode plasma kami ini cukup umum dan juga dapat diterapkan untuk meningkatkan intensitas inframerah terhadap molekul lain selain protein,â€ kata Altug. â€œMakanya disediakan suatu alat tertentu yang dapat membantu memperkuat daya rangsang kimia yang mendapat perhatian khusus dari pertahanan nasional.â€<br />
Jason Amsden, Fiorenzo G. Omenetto, dan David L. Kaplan dari Universitas Tufts juga turut bekerja sama dalam penelitian ini.<br />
(http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/sains/13427-pengobatan-baru-dengan-infra-merah.html) surgaku.com</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>biodeteksi</li><li>biokimiaa bidang pertanian</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/02/pengobatan-baru-dengan-infra-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/02/misteri-star-jelly-gumpalan-gelatin-misterius-dari-meteor/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/02/misteri-star-jelly-gumpalan-gelatin-misterius-dari-meteor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 03:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[alien]]></category>
		<category><![CDATA[angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan umum]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[star jelly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/iptek/misteri-star-jelly-gumpalan-gelatin-misterius-dari-meteor.html</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita memandang hujan meteor indah yang melewati bumi, mungkin tidak banyak dari kita yang tahu bahwa meteor-meteor tersebut juga meninggalkan kenang-kenangan untuk manusia di bumi berupa substansi seperti agar-agar yang sering disebut Star Jelly. Star Jelly adalah substansi berbentuk gelatin yang dipercaya jatuh ke bumi akibat dibawa oleh meteor. Fenomena ini konon telah diketahui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ketika kita memandang hujan meteor indah yang melewati bumi, mungkin tidak banyak dari kita yang tahu bahwa meteor-meteor tersebut juga meninggalkan kenang-kenangan untuk manusia di bumi berupa substansi seperti agar-agar yang sering disebut Star Jelly.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.eso-garden.com/images/uploads_bilder/leonid_meteor_shower_1.jpg" alt="leonid meteor shower 1 Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor"  title="Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor" />Star Jelly adalah substansi berbentuk gelatin yang dipercaya jatuh ke bumi akibat dibawa oleh meteor. Fenomena ini konon telah diketahui sejak tahun 1641 dan merupakan salah satu misteri yang paling membingungkan dalam sejarah sains.</p>
<p>Walaupun ide adanya meteor yang membawa Jelly biologis terlihat seperti sebuah science fiction, namun intensitas laporan yang masuk selama berabad-abad sepertinya tidak bisa diabaikan begitu saja.</p>
<p><strong>Star Jelly dalam sejarah</strong><br />
Contohnya pada tahun 1641, seorang Inggris bernama John Suckling pernah menyebut mengenai Star Jelly di salah satu puisinya.</p>
<p>&#8220;As he whose quicker eye doth trace a false star shot to a mark&#8217;d place do&#8217;s run apace, and, thinking it to catch, a jelly up do snatch&#8221;</p>
<p>Sir Walter Scott, seorang penulis besar Inggris juga menyinggungnya dalam novel yang ditulisnya pada tahun 1825, &#8220;The Talisman&#8221; :</p>
<p>&#8220;And thou shalt only light on some foul jelly, which, in shooting through the horizon, has assumed for a moment an appearance of splendour.â€</p>
<p>Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Scientific American tahun 1846, deskripsi mengenai hujan meteor juga dihubungkan dengan penemuan Jelly misterius ini.</p>
<p>&#8220;Sepertinya ukurannya (meteor) lebih besar dari matahari dan ia membuat langit menjadi terang seperti siang hari. Dan ketika meteor itu jatuh, sejumlah penduduk segera mencari lokasinya dan menemukan sekumpulan Jelly dengan diameter 1,2 meter.&#8221;</p>
<p>Dari tulisan-tulisan yang ditemukan mengenai fenomena ini, kita bisa mengetahui bahwa sejak berabad-abad lampau orang telah menghubungkan Star Jelly dengan meteor atau bintang jatuh. Keyakinan ini terbawa hingga sekarang.</p>
<p>Pembahasan yang lebih modern mengenai Star Jelly muncul pada sebuah artikel yang terbit tahun 1979 di Fate Magazine. Disitu disebut bahwa Star Jelly adalah substansi ekstra terestrial yang terdiri dari &#8220;cellular organic matter&#8221; yang eksis sebagai &#8220;prestellar molecular clouds&#8221; yang melintasi luar angkasa.</p>
<p>Kita mungkin tidak akan pernah mengerti maksud istilah-istilah rumit tersebut. Namun paling tidak Fate Magazine telah menimbulkan kembali fantasi-fantasi mengenai makhluk ekstra terestrial. Beberapa paranormal bahkan mengatakan bahwa Jelly tersebut merupakan sisa-sisa dari hewan luar angkasa.</p>
<p><strong>Penemuan Star Jelly &#8211; Laporan Saksi</strong><br />
Selama berabad-abad, terdapat puluhan hingga ratusan laporan ditemukannya gumpalan-gumpalan gelatin di tanah sehari setelah penampakan meteor jatuh atau hujan meteor.</p>
<p><img class="center" src="http://3.bp.blogspot.com/_vLbMuPkqGIw/SYvwIXVIPgI/AAAAAAAAF68/s0YTKH4Lo7s/s400/11_w606_h341.jpg" alt="11 w606 h341 Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor"  title="Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor" /></p>
<p><img class="center" src="http://4.bp.blogspot.com/_vLbMuPkqGIw/SYvv18NfsuI/AAAAAAAAF6k/4oObR6N8Vrs/s400/2_w606_h341.jpg" alt="2 w606 h341 Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor"  title="Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor" /></p>
<p>Contohnya, pada tahun 1950, sebuah gumpalan besar ditemukan oleh polisi Philadelphia. Polisi itu mendeskripsikan gumpalan itu sebagai &#8220;Jelly dengan bentuk seperti piringan dengan diameter 1,8 meter. Tebalnya sekitar 30 cm di tengah dan sekitar 5 cm di tepinya.&#8221;</p>
<p>Masih menurut polisi tersebut, ketika disentuh, bagian Jelly yang disentuh segera berubah menjadi buih dan lenyap di udara tanpa meninggalkan bau sedikitpun. Malam sebelumnya, para penduduk sekitar melaporkan adanya sebuah meteor terang yang lewat di daerah itu.</p>
<p>Pada tahun 1994, para penduduk di Oakville, Washington melaporkan adanya &#8220;hujan gelatin&#8221; terjadi di wilayahnya. Peristiwa ini bahkan disinggung dalam salah satu episode televisi &#8220;unsolved mystery&#8221;.</p>
<p>Pada 3 November 1996, sebuah meteor besar terlihat melewati langit Kempton, Australia. Pada keesokan paginya, para penduduk menemukan Jelly bening di halaman rumah dan trotoar di kota itu.</p>
<p><img class="center" src="http://4.bp.blogspot.com/_vLbMuPkqGIw/SYvv97XnR3I/AAAAAAAAF6s/gc0nO8O4S4E/s400/3_w606_h341.jpg" alt="3 w606 h341 Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor"  title="Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor" /></p>
<p>Laporan penemuan paling baru terjadi pada tahun 2009 dimana ditemukan gumpalan-gumpalan Jelly di beberapa perbukitan Skotlandia.</p>
<p><strong>Star Jelly &#8211; Teori-teori</strong><br />
The Massachusetts Department of Environment Quality Engineering pernah meneliti Jelly ini dan menyimpulkan bahwa substansi ini tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia. Walaupun begitu, identitasnya masih belum diketahui dengan pasti. Namun paling tidak ada beberapa dugaan yang diajukan, tapi sebelumnya, para peneliti harus mengeliminasi hubungan Jelly ini dengan kemunculan meteor.</p>
<p><strong>Star Jelly dan Meteor</strong><br />
Pada kenyataannya, meteor hampir tidak pernah mencapai permukaan bumi. Kebanyakan akan segera terbakar habis di atmosfer. Seperti yang kita ketahui, meteor umumnya terbuat dari batu atau partikel besi. Jika meteor memiliki elemen Jelly, tentu saja jelly tersebut akan segera terbakar habis sebelum mencapai bumi. Jadi Jelly ini pastilah tidak berhubungan dengan meteor sama sekali.</p>
<p>Menurut para peneliti ini, para saksi yang melihat meteor akan mendatangi tempat yang dianggap sebagai tempat jatuhnya meteor dan mungkin mereka menemukan Jelly yang memang sudah ada disitu sebelumnya.</p>
<p>Teori ini cukup masuk akal karena seringkali penemuan Jelly ini tidak disertai oleh penampakan meteor malam sebelumnya. Dan jika hubungan antara meteor dan Star Jelly telah diabaikan, lalu materi apakah Star Jelly ini sebenarnya ?</p>
<p><strong>Polusi Industri</strong><br />
Beberapa orang beranggapan bahwa materi ini adalah hasil dari polusi industrial.</p>
<p>Misalnya, pada kasus penemuan Jelly di Philadelphia tahun 1950 yang saya ceritakan di atas, lokasi penemuannya hanya berjarak sekitar 800 meter dari sebuah pabrik.</p>
<p>Lalu, pada tanggal 11 Agustus 1979, Mrs Sybil Christian dari texas menemukan beberapa gumpalan Jelly berwarna ungu di halaman depan rumahnya setelah terjadi hujan meteor Perseid malam sebelumnya. Lalu Forth Worth Museum of Science and History mengadakan penelitian dan menemukan bahwa pabrik battere di dekat situ menghasilkan limbah yang berwarna ungu. Jadi mungkin ada hubungannya antara gumpalan ungu tersebut dengan limbah pabrik.</p>
<p>Walaupun dilakukan dengan pendekatan sains, teori ini tidak dapat menjelaskan laporan penemuan Star Jelly sejak abad 17, jauh sebelum industri bertumbuh di Amerika dan Eropa.</p>
<p><img class="alignright" src="http://static.howstuffworks.com/gif/frog-9.jpg" alt="frog 9 Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor"  title="Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor" /><strong>Sisa-sisa tubuh hewan</strong><br />
The Book of British Amphibians and Reptiles yang ditulis oleh M Smith menjelaskan bahwa Star Jelly sesungguhnya adalah sisa-sisa oviduct kodok. Oviduct adalah saluran reproduksi di dalam tubuh kodok yang menghasilkan substansi berupa jelly yang menyelubungi ovum hewan amphibi ini.</p>
<p>Menurut Smith, burung dan mamalia lain yang memakan kodok biasanya menyisakan oviduct yang kemudian berubah menjadi Jelly ketika bereaksi dengan udara.</p>
<p>Namun sama seperti teori polusi industri, teori ini juga memiliki kelemahan.</p>
<p>Para peneliti dari National geographic yang meneliti sampel Star Jelly yang ditemukan di Amerika tidak bisa menemukan DNA di dalamnya. Jika gumpalan Jelly itu berasal dari hewan, maka tentu saja akan ada jejak-jejak DNA hewan di dalamnya.</p>
<p>Lagipula, jika Jelly itu adalah sisa-sisa tubuh kodok yang dimakan burung, bagaimana menjelaskan penemuan Jelly dengan diameter lebih dari satu meter ? Berapa banyakkah kodok yang dimakan dan dimuntahkan oleh burung itu ?</p>
<p><strong>Nostoc</strong><br />
Teori lain menyebut bahwa Star Jelly adalah Nostoc, yaitu sejenis cyanobakteri air tawar yang memiliki potensi untuk membentuk koloni di area terbuka. Jika dalam kondisi biasa, koloni ini tidak akan terlihat oleh manusia. Namun ketika hujan turun, Koloni Nostoc ini akan berubah menjadi gumpalan Jelly yang bisa jadi disalahartikan sebagai substansi yang baru jatuh dari langit.</p>
<p><img class="center" src="http://microbewiki.kenyon.edu/images/f/f0/PJnost2.jpg" alt="PJnost2 Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor"  title="Misteri Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor" /></p>
<p>Namun, teori ini tidak terlalu menarik perhatian karena gumpalan Jelly yang dihasilkan dari koloni Nostoc ternyata tidak mirip dengan gumpalan Star Jelly yang ditemukan.</p>
<p><strong>Star Jelly &#8211; penutup</strong><br />
Seperti yang saya katakan di awal, misteri yang satu ini belum berhasil dipecahkan oleh sains modern. Tentu saja sekali lagi, sangat sulit membayangkan Jelly seperti itu bisa dibawa oleh meteor dari luar angkasa. Namun jika tidak berhubungan dengan meteor, lalu mengapa sejak berabad-abad orang selalu menghubungkannya dengan meteor ?</p>
<p>Hans Sluiman, seorang ahli Algae yang juga meneliti sampel substansi ini sangat yakin bahwa Star Jelly bukan hewan ataupun tumbuhan. Kalau begitu apa ? entahlah !</p>
<p>Untuk kasus Star Jelly, Alam semesta dengan keunikannya mendapat nilai satu poin, dan sains dengan segala teorinya mendapatkan nilai nol.</p>
<p>sumber: http://xfile-enigma.blogspot.com/2009/12/misteri-star-jelly-gumpalan-gelatin.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/02/misteri-star-jelly-gumpalan-gelatin-misterius-dari-meteor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peneliti Temukan Misteri Legenda Atlantis!?</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/01/peneliti-temukan-misteri-legenda-atlantis/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/01/peneliti-temukan-misteri-legenda-atlantis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 03:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan umum]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/iptek/peneliti-temukan-misteri-legenda-atlantis.html</guid>
		<description><![CDATA[Surgaku &#8211; Rahasia kota yang hilang dan mengilhami mitos dunia yang paling abadi, Atlantis kemungkinan telah terpecahkan. Peneliti menemukan kota tenggelam di perairan selatan Yunani. Eksplorasi yang dilakukan oleh tim arkeolog Anglo-Yunani dan ahli geologi laut yang dikenal sebagai Pavlopetri, menemukan kota yang berasal dari 5.000 tahun yang lalu. &#8220;Saat ini sudah tidak diragukan lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i38.tinypic.com/2057cx1.jpg" border="0" alt="2057cx1 Peneliti Temukan Misteri Legenda Atlantis!?"  title="Peneliti Temukan Misteri Legenda Atlantis!?" />Surgaku &#8211; Rahasia kota yang hilang dan mengilhami mitos dunia yang paling abadi, Atlantis kemungkinan telah terpecahkan. Peneliti menemukan kota tenggelam di perairan selatan Yunani.</p>
<p>Eksplorasi yang dilakukan oleh tim arkeolog Anglo-Yunani dan ahli geologi laut yang dikenal sebagai Pavlopetri, menemukan kota yang berasal dari 5.000 tahun yang lalu.</p>
<p>&#8220;Saat ini sudah tidak diragukan lagi bahwa ini adalah kota tertua di dunia yang terendam,&#8221; kata Dr Jon Henderson, professor jawatan arkeologi bawah air di University of Nottingham. </p>
<p>&#8220;Ini berasal dari tahun 2800-1200 SM, jauh sebelum kejayaan Yunani klasik. Ada situs terendam lain yang lebih tua di dunia, tetapi tidak dapat dianggap sebagai kota yang seperti ini, itulah alasan mengapa itu unik.&#8221;</p>
<p>Situs yang berukuran 30.000 meter persegi dan terletak di lantai samudera sebelah selatan Peloponnese, diyakini telah ada sejak sekitar 1000 SM. Meskipun ditemukan oleh ahli kelautan Inggris sekitar 40 tahun yang lalu, baru tahun ini arkeolog kelautan mampu membuat survey yang layak dengan bantuan teknologi digital.</p>
<p>Eksplorasi tersebut mengungkapkan dunia yang penuh dengan bangunan, halaman, jalan-jalan utama, batu makam dan struktur keagamaan. Selain itu, dasar laut itu penuh dengan ribuan pecahan keramik.</p>
<p>&#8220;Kami menemukan keramik berasal dari akhir zaman batu, yang menunjukkan bahwa pemukiman ini dihuni sekitar 5.000 tahun yang lalu. Setidaknya 1.200 tahun lebih awal daripada dugaan semula,&#8221; kata Henderson, yang ikut memimpin survei bawah laut.</p>
<p>&#8220;Penyelidikan kami juga mengungkapkan lebih dari 9.000 meter persegi bangunan baru. Tapi apa yang benar-benar mengejutkan kami adalah kemungkinan ditemukannya megaron, sebuah struktur monumental dengan ruang persegi besar, yang juga menunjukkan bahwa kota telah digunakan oleh kalangan elite, dan secara otomatis mengangkat status pemukiman itu.&#8221;</p>
<p>Lebih dari situs bawah air manapun, penemuan tersebut berpotensi dalam memperlihatkan wawasan dalam kinerja masyarakat Mycenaean.</p>
<p>&#8220;Hal ini penting karena sebagai situs yang terendam tempat itu pernah ditempati,&#8221; kata Elias Spondylis, yang ikut dalam survei sebagai head of Greece&#8217;s underwater antiquities department. &#8220;Sepertinya monumen itu membeku di masa lalu.&#8221;</p>
<p>Ahli geologi kelautan belum mengetahui mengapa pemukiman itu tenggelam. Teori yang beredar sejauh ini menyatakan akibat perubahan permukaan laut, dan pengendapan tanah yang disebabkan oleh gempa bumi, atau tsunami.</p>
<p>&#8220;Ini sangat mungkin terjadi karena kombinasi dari keduanya,&#8221; kata Dimitris Sakellariou, dari Institute of Oceanography, Yunani. &#8220;kota tenggelam tertua di dunia itu benar-benar menakjubkan. Ini tidak hanya menunjukkan bagaimana orang hidup pada saat itu, tetapi sangat menarik bagi para ilmuwan alam karena perairan di sekitarnya sangat dangkal.&#8221;</p>
<p>sumber: inilah</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>download gratis video legenda atlantik gratis</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/01/peneliti-temukan-misteri-legenda-atlantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukti Bahwa Planet Bumi Hidup dan Bernafas</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/01/bukti-bahwa-planet-bumi-hidup-dan-bernafas/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/01/bukti-bahwa-planet-bumi-hidup-dan-bernafas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 03:46:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[unik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/iptek/bukti-bahwa-planet-bumi-hidup-dan-bernafas.html</guid>
		<description><![CDATA[Saya tercengang ketika membaca artikel yang mengejutkan ini. Bagaimana tidak, beberapa studi yang dilakukan menunjuka bahwa Planet bumi ini hidup dan bernafas. Silahkan anda baca artikelnya yang dikutip dari erabaru.net Hipotesis Gaia : Bumi Yang Hidup Dan Bernafas &#8220;Alam itu bijaksana&#8221; Banyak orang yang sering mendengar ungkapan ini, namun seberapa benarkah ungkapan ini? Jika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya tercengang ketika membaca artikel yang mengejutkan ini. Bagaimana tidak, beberapa studi yang dilakukan menunjuka bahwa Planet bumi ini hidup dan bernafas. Silahkan anda baca artikelnya yang dikutip dari erabaru.net</p>
<p><strong>Hipotesis Gaia : Bumi Yang Hidup Dan Bernafas</strong></p>
<p>&#8220;Alam itu bijaksana&#8221; Banyak orang yang sering mendengar ungkapan ini, namun seberapa benarkah ungkapan ini?</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i557.photobucket.com/albums/ss17/semisumarna/surgaku/291-hipotesa-big01des09.jpg" border="0" alt="291 hipotesa big01des09 Bukti Bahwa Planet Bumi Hidup dan Bernafas"  title="Bukti Bahwa Planet Bumi Hidup dan Bernafas" />Jika kita mengaduk bejana hipotesis ilmiah modern, dan memilih manakah di antara mereka yang paling mengaburkan antara garis nyata dan ramalan, kita akan menemukan Hipotesis Gaia berada di puncak rating.</p>
<p>Selama empat dekade, gagasan tentang &#8220;bumi yang hidup&#8221; terus mengumpulkan bukti nyata untuk mendukungnya, para ilmuwan dari berbagai bidang mulai tertarik dengan gagasan tersebut.</p>
<p>Lalu apakah yang dimaksud dengan Hipotesis Gaia? Dinamai menurut Dewi Bumi bangsa Yunani kuno, teori ini menggambarkan planet kita sebagai sebuah sistem yang hidup, bernafas dan sebagai satu kesatuan yang memiliki aturan sendiri.</p>
<p>Lihatlah pada udara yang kita hirup misalnya. Oksigen adalah unsur praktis yang sangat dibutuhkan oleh semua organisme untuk hidup, mulai dari bakteri, ikan hingga manusia. Gas ini selama berabad-abad mengelola 21% komposisi atmosfer bumi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup organisme (tumbuhan) yang secara terus menerus melepaskan gas tersebut.</p>
<p>Oksigen -elemen yang sangat reaktif- memiliki potensi untuk bersenyawa dengan mineral dan gas lain dari atmosfer dan kerak bumi, mengabur sepenuhnya dalam  bentuk senyawa-nya masing-masing.</p>
<p>Namun walaupun labil, atmosfer Bumi merupakan penyokong kehidupan yang relatif tiada hentinya. Ini adalah salah satu hasil pengamatan dari ahli kimia James Lovelock yang dipaparkan pada konferensi ilmiah yang diselenggarakan di Princeton tahun 1969.</p>
<p>Mengemukakan konsep alam semesta sebagai sebuah permainan adu untung semata, Lovelock mendalilkan bahwa bumi dapat bekerja dengan baik seperti layaknya suatu organisme hidup yang maha besar, dia mengorganisir semua bentuk materi, baik itu materi organik maupun anorganik dengan tujuan yang pasti, yakni menciptakan suatu lingkungan yang layak menopang kehidupan di dalamnya.</p>
<p>Lepas dari prestasi masa lalunya -khususnya pada saat menciptakan instrumen sensitif untuk pesawat ruang angkasa Viking pada eksplorasi Marsnya- ide Lovelock tentang bumi yang hidup mendulang kritik keras dari para koleganya.</p>
<p>Hal lain yang diangkat Lovelock adalah tidak berubahnya konsentrasi kadar garam air laut, yang tetap berada pada tingkat optimal bagi eksistensi kehidupan. Ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa air sungai secara konstan menyeret mineral garam untuk masuk ke laut, namun ketika air laut menguap menjadi bentuk awan, garamnya tidak akan terbawa serta.</p>
<p>Jika kita dengan ketat mengikuti cara berpikir logis, kita pasti menyimpulkan bahwa konsentrasi kadar garam di laut semestinya akan meningkat seiring waktu. Namun hal ini tidak terjadi. Konsentrasi kadar garam tidak berubah selama berabad-abad.</p>
<p>Menurut mereka yang mendukung Hipotesis Gaia, ini merujuk pada kemampuan kolosal bumi dalam memelihara keseimbangan internal &#8211; fenomena yang secara ilmiah sesuai (meskipun pada umumnya berlaku pada organisme sel) layaknya &#8220;homeostasis&#8221; (sistem keseimbangan internal pada tubuh).</p>
<p>Beberapa pihak percaya bahwa jawaban di balik fenomena ganjil ini mungkin ditemukan pada pembentukan tambang garam: dari waktu ke waktu air membentuk sebuah teluk dan kemudian terkurung oleh daratan. Air menguap dan hanya meninggalkan garam.</p>
<p>Daratan inilah yang kemudian tertutup oleh tanah liat dan pasir, yang lama kelamaan mengubahnya menjadi batu karang, mencegah air sungai membawa mineral garam pergi.</p>
<p>Apakah mekanisme ini yang mengatur konsentrasi garam, seperti misalnya air tawar (sungai) tidak pernah tidak dapat didiami ikan dan makhluk laut lain? Menurut para pendukung teori ini, hal tersebut bukanlah keadaan yang kebetulan, namun lebih dari suatu proses yang dikendalikan oleh Gaia sendiri.</p>
<p>Contoh terbaru lain yang mendukung keberadaan Gaia adalah datang dari penemuan ilmuwan Universitas Hong Kong, pimpinan Jiu Liao. Selama penelitiannya di sepanjang pantai, tim peneliti ini mencatat bahwa air pasang seolah-olah membuat pesisir pantai &#8220;bernafas&#8221; seperti udara dan embun yang bersirkulasi melalui tekanan air pada dasar laut.</p>
<p>Kasus pernafasan yang paling jelas dapat dilihat pada gelembung udara yang muncul dari lantai pesisir. Air pasang nampaknya mempengaruhi gerakan ritmis dasar laut, menyebabkan sesuatu yang serupa dengan pernafasan tetapi dengan frekuensi yang lebih lambat, tepatnya, tentu saja, disesuaikan dengan ukuran bumi yang mahabesar.</p>
<p>Bukti mengenai bumi yang hidup dan bernafas tidak hanya berhenti di sana: laporan akhir oleh ilmuwan dari Observatorium Mauna Loa Hawaii menunjukkan bahwa konsentrasi karbondioksida (CO2), dari tahun 1955 hingga 1995, bervariasi dalam pola ritmisâ€”naik turun, dengan bukti yang dikumpulkan melalui beberapa stasiun geografi, dan beberapa diantaranya menginterpretasikan seperti layaknya bumi yang sedang menghirup dan menghembuskan nafas.</p>
<p>Hipotesis Gaia berdiri melawan dominasi teori yang berpegang pada gagasan, kondisi yang layak untuk hidup telah dikelola selama beribu-ribu tahun semata-mata hanyalah kebetulan &#8211; proses kerja independent yang terisolasi ini,  menciptakan situasi yang lemah.</p>
<p>Keyakinan bahwa Bumi adalah sistem yang hidup merupakan gagasan yang hingga kini lebih banyak mendapatkan sikap skeptis daripada mereka yang mendukung, namun pemikiran dapat berubah seiring bukti yang bermunculan. (The Epoch Times/feb/erabaru.net)</p>
<p>Kesimpulan saya, mungkin memang benar Bumi itu hidup dan bernapas, maka dari itu kita harus dan wajib merawat planet ini agar tidak mati dan menimbulkan malapetaka bagi manusia</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>hipotesis gaia</li><li>pembuktian bahwa air itu hidup</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/01/bukti-bahwa-planet-bumi-hidup-dan-bernafas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Air di Bulan: Pemeriksaan lebih lanjut</title>
		<link>http://surgaku.com/2012/01/ada-air-di-bulan-pemeriksaan-lebih-lanjut/</link>
		<comments>http://surgaku.com/2012/01/ada-air-di-bulan-pemeriksaan-lebih-lanjut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 03:46:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dilandx</dc:creator>
				<category><![CDATA[IPTEK]]></category>
		<category><![CDATA[bulan]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://surgaku.com/ada-air-di-bulan-pemeriksaan-lebih-lanjut.htm</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata adanya air itu bukan hanya di planet bumi saja, ternyata di Bulan juga terdapat air. Menurut Penelitian dan pemerikasaan pada tiga misi terpisah memeriksa permukaan bulan telah menemukan bukti yang jelas bahwa ada air di sana, sepertinya terkonsentrasi di kutub dan mungkin dibentuk oleh angin matahari. Laporan, yang akan diterbitkan dalam jurnal Science pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft" src="http://i37.tinypic.com/2ebbm15.jpg" border="0" alt="2ebbm15 Ada Air di Bulan: Pemeriksaan lebih lanjut"  title="Ada Air di Bulan: Pemeriksaan lebih lanjut" />Ternyata adanya air itu bukan hanya di planet bumi saja, ternyata di Bulan juga terdapat air. Menurut Penelitian dan pemerikasaan pada tiga misi terpisah memeriksa permukaan bulan telah menemukan bukti yang jelas bahwa ada air di sana, sepertinya terkonsentrasi di kutub dan mungkin dibentuk oleh angin matahari.</p>
<p>Laporan, yang akan diterbitkan dalam jurnal Science pada hari Jumat, menunjukkan air dapat bergerak secara aktif, membentuk sebagai partikel dalam debu di permukaan bulan. </p>
<p><strong>Carle Pieters dari Brown University di Rhode Island dengan data yang ditinjau dari India&#8217;s Chandrayaan- misi 1 </strong>- <em>misi pertama India ke bulan</em> &#8211; menemukan bukti spectrographic air. Tampaknya air tebal lebih dekat ke kutub, menurut laporan mereka. </p>
<p>&#8220;Ketika kita mengatakan&#8221; ada air di bulan, &#8220;kita tidak berbicara tentang danau, laut atau bahkan genangan air. Air di bulan berarti molekul air dan hidroksil (hidrogen dan oksigen) yang berinteraksi dengan molekul dan debu batu khususnya di bagian atas milimeter dari permukaan bulan, &#8220;Pieters menjelaskan dalam sebuah pernyataan. </p>
<p>Jessica Sunshine dari Universitas Maryland dan rekan-rekannya menggunakan pemetaan inframerah dari pesawat ruang angkasa <strong>Deep Impact</strong> ternyata air tampak hampir di seluruh permukaan bulan, sementara Roger Clark dari US Geological Survey dan rekan-rekannya menggunakan spektrometer &#8211; yang memecah gelombang cahaya untuk menganalisis unsur-unsur dan bahan kimia Mereka mencerminkan dari pesawat angkasa Cassini untuk mengidentifikasi air. </p>
<p>&#8220;Laporan-laporan dari air permukaan bulan bertepatan dengan minat yang kuat dalam air di kutub Bulan,&#8221; Paulus Lucey dari University of Hawaii, yang tidak terlibat dalam penelitian, menulis dalam sebuah komentar. &#8220;Mungkin ada banyak &#8216;daerah basah&#8217; yang akan ditemukan jauh disana,&#8221; tambah Lucey. </p>
<p>&#8220;Mungkin juga bahwa bantalan air mineral langka diamati pada bulan sebelumnya dalam sebuah sampel, tetapi diperdebatkan sebagai terestrial kontaminasi, mungkin pribumi. Mungkin hasil paling berharga dari pengamatan baru ini adalah bahwa gagasan mereka terhadap bulan yang kering. Ternyata tidak. &#8221; </p>
<p>Bulan depan, NASA&#8217;s Lunar Crater Observation dan Sensing Satellite atau misi LCROSS akan mencoba untuk mendeteksi air dengan mendaratkan sebuah pesawat ruang angkasa besar ke bulan. </p>
<p>Kehadiran air dalam jumlah yang dapat digunakan di Bulan merupakan faktor penting dalam memberikan biaya huni bulan yang efektif, karena mengangkut air dari Bumi akan penemuan prohibitively expensive. Jumlah air yang dapat digunakan di Bulan dapat menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang memiliki air dan yang memiliki hak untuk memanfaatkannya. </p>
<p>sumber: reuters</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://surgaku.com/2012/01/ada-air-di-bulan-pemeriksaan-lebih-lanjut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

